Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja UPTD. Puskesmas Aranio Kabupaten Banjar
DOI:
https://doi.org/10.33486/jurnalkebidanan.v16i1.418Keywords:
ASI Eksklusif, BBLR, Efikasi Diri Ibu, StuntingAbstract
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Aranio, angka kejadian stunting mengalami peningkatan hingga mencapai 34,2% pada pertengahan tahun 2025, yang mengindikasikan perlunya analisis mendalam terhadap faktor risiko. Untuk mengetahui hubungan riwayat Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), riwayat ASI eksklusif, dan efikasi diri ibu dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja UPTD. Puskesmas Aranio. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh balita usia 6-23 bulan berjumlah 163 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, buku KIA, dan pengukuran antropometri, yang kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat BBLR (p-value 0,000), riwayat ASI eksklusif (p-value 0,002), dan efikasi diri ibu (p-value 0,000) dengan kejadian stunting. Terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat BBLR, pemberian ASI eksklusif, dan efikasi diri ibu terhadap kejadian stunting. Disarankan peningkatan promosi kesehatan dan pendampingan ibu untuk mencegah risiko stunting.
Downloads
Published
Versions
- 2026-05-25 (3)
- 2026-05-25 (2)
- 2026-05-25 (1)















